Hari ini saya melihat gambar ini di Facebook seorang teman

Saya setuju dengan ilustrasi dibawah tanah, kadang orang melihat dan menilai dari ‘Hasil’ yang kita lakukan dan cepat mengambil kesimpulan dari penilaian ‘hasil itu’. Padahal ada banyak sekali faktor yang menentukan sebuah hasil.

Ada late nights, discipline, rejection, innovation, injury, teamwork, time, rest, sleep, capek, nyeri, sakit mata, sakit leher dan lain sebagainya.

 

Lalu saya memperhatikan 3 pemenang diatas, juara 1 yang mempunyai passion. juara 2 mempunyai desire, dan juara 3 mempunyai focus.

Saya percaya ke3 juara pasti memiliki ke-3 hal tersebut, meskipun mungkin kadarnya berbeda, tapi menurut saya ke-3 pemenang pasti punya ke-3 hal desire, passion, dan focus. Dan saya tidak mau dengan gampang menyebut ‘luck’, I believe there’s no such thing as luck, it is too easy to conclude if the one factor that differentiate winner no 1 and the rest is ‘luck’.

Saya bertanya kepada teman saya, teman yang sudah lebih dari 7 tahun sering saya ajak berdisuksi tentang topik sejenis ini, “Menurut lu, apa yang ngebedain no 1 dengan si juara 2 dan 3? Terus terang gw ga kepikir”

 

Ini reply dari dia Mr. AF

Bagi gue : Joy

Kalau gue pribadi, jujur gue dalam 2 tahun belakangan menemui perubahan tafsir soal passion.

Dulu bagi gue passion melulu tentang aktivitas. Tapi kayak yang Steve Jobs bilang : Do what you love, and love what you do

Passion bagi gue bisa tentang aktivitas, tapi terlebih dari itu, passion juga soal kondisi jiwa pelakunya.

Misalnya kalau seorang Cristiano Ronaldo mungkin bisa mendapatkan kemewahan untuk Do what he loves, melakukan yang dia sukai, anyway ga semua orang mempunyai kemewahan itu. Misalnya gue pribadi. Gue rasa gue sendiri ga bekerja sesuai kesukaan gue including saat kerja di Vinoti Living. Cuma so far tergantung bagaimana perasaan menjalaninya. Di VL gue ga merasa menjadi SPG, tapi gue berlaku sebagai pemilik toko yang somehow tokonya dimodalin.

Nah dalam case gambar di atas, gue punya satu analogi. Misalnya 3 pendaki gunung, sebut namanya desire, passion, dan focus.

Focus mendaki gunung dan dia akan tiba di puncak berkat kerja kerasnya, namun dia melewatkan beberapa poin sepanjang perjalanannya. Dia tidak menikmatinya. Dia hanya mengarah pada satu tujuan akhir, puncak.

Kedua, si desire. Dia berhasil mencapai puncak berkat semangatnya, namun perjalanannya mungkin diimbangi gerutu dan keluhan karena rintangan saat pendakian.

Orang ketiga, passion, dia mencapai puncak dengan segenap keindahan proses dalam pencapaiannya. Kenapa indah? Dia menjalani seluruh prosesnya bukan sebagai rintangan, tetapi keindahan. Daripada berfokus pada tujuan akhir (puncak gunung) atau mengeluhkan jalan yang sulit dan rintangan selama pendakian, dia lebih fokus pada pemandangan di sekelilingnya. Anyway somehow dia ga sadar, dia tiba di puncak tanpa ada rasa lelah dan penat.

 

Let me know what you think, wriThink it in the comment section down bellow.. Have a great day!

1 Comment
  1. MT

    Without passion, life is truly empty. I’d choose working to death for passion, over living of boredom.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit