Cutteristic - Kompas 18 March 2014 7 Cutteristic - Kompas 18 March 2014 3

Kesenian ini bukan hal baru. Masyarakat China telah mengenal seni menggunting kertas sejak abad ke-6, setelah penemuan kertas pertama kali. Seni ini menjadi inspirasi Dewi Kucu (28), seorang seniman paper cutting yang berdomisili di Jakarta untuk dijadikan Cutteristic.

Tidak jauh berbeda dengan paper cutting, cutteristic ini merupakan seni memotong kertas. Menariknya, pemotongan kertas tidak menggunakan gunting, tetapi cutter, semacam pisau praktis yang biasa dipakai untuk memotong kertas. Hasilnya, pemotongan pun dapat menjangkau sudut-sudut yang tajam tanpa merusak bagian kertas yang lain.

“Tapi, ini tidak mudah. Butuh waktu lama untuk mengerjakannya. Apalagi jika detail-detailnya cukup rumit,” tutur Dewi pada Minggu (16/3).

Dewi mengawali Cutteristic ini sejak tiga tahun lalu atau sekitar 2011. Isnpirasinya muncul ketika melihat seni memotong kertas yang berkembang di China. Berbeda dengan di China yang menggunakan kertas sangat tipis, ia mencoba menerapkannya dengan menggunakan bahan-bahan kertas buku gambar.

Meskipun sulit, ia berhasil membuat semacam paper cutting dengan cutter yang berdesain sederhana. Dari situ, karya-karyanya berkembang menjadi lebih rumit dan menggunakan berbagai jenis kertas.

 

Cutteristic - Kompas 18 March 2014 6

Perpaduan budaya
Ada yang menarik dalam karya-karya Dewi. Di antaranya Cutteristic yang menampakkan bentuk seekor kuda berlatar kertas warna putih. Hasil karya yang dibuat untuk menyambut Tahun Baru Imlek, yaitu tahun Kuda tersebut ternyata menyimpan filosofi tersendiri.

“Dari luar, ini kelihatan seperti paper cutting kuda. Tapi, coba dilihat dari dekat, saya menggunakan motif batik di sini,” kata Dewi

Dewi menggunakan motif batik kawung yang populer pada masa kerajaan Majapahit. Ia menuturkan, banyak orang hanya melihat penampakan kuda, tetapi melupakan motif batik yang diusungnya. Aspek batik yang diusung pun tidak hanyaberbentuk lingkaran luar sebagai pengulangan, tetapi juga batik berbentuk bunga pada bagian dalamnya.

Unsur jenis batik lainnya juga terdapat pada karyanya yang bertajuk Jaran Eka Manggala. Karya ini menampakkan wujud 8 ekor kuda yang tengah berlari dengan katar gelap yang dipenuhi bunga-bunga. Dalam karya ini, Dewi mengangkat motif batik truntum.

“Jaran itu dalam bahasa Jawa artinya kuda, Manggala dalam bahasa Sanskerta itu artinya pemimpin, Eka adalah satu. Angka delapan kalau dalam tradisi China artinya angka keberuntungan. Motif truntum ini sendiri melambangkan sesuatu yang sedak mekar. Jadi, di antara delapan kuda itu, ada satu orang yang menjadi pemimpin dan akan membawa pada keberuntungan dan kejayaan,” jelas Dewi,

Terlihat dari sejumlah karyanya, Dewi memang mengangkat banyak tradisi Jawa. Dewi mengaku bahwa ia mempunyai ketertarikan yang tinggi untuk mengeksplorasi tradisi Indonesia seperti batik, kerumitan-kerumitan dalam motif batik justru menjadi tantangan tersendiri. Meskipun paper cutting berasal dari budaya China, ia ingin memadukannya denan budaya Indonesia.

“Saya ingin batik tidak hanya dikenal sebagai kain atau pakaian. Banyak orang menganggap batik sebagai sesuatu yang murah. Contohnya, harga baju batik yang sudah murahingin ditawar lagi. Padahal, proses pembuatannya tidak mudah. Saya ingin batik tampil lebih modern. Salah satubya lewat paper cutting ini,” tutur Dewi.

Ketertarikannya melestarikan budaya Indonesia tidak hanya terlihat dalam karya-karya yang menggunakan unsur motif batik, tetapi juga inisialnya yang menggunakan motif batik mega mendung.

“Saya menggunakan motif batik mega mendung karena sejarahnya. Pada jaman dulu Kerajan Cirebon kan memang mempunyai hubungan erat dengan bangsa China. Motif mega mendung ini salah satu wujud percampuran budaya China dengan Kerajaan Cirebon. Saya ingin mengambil filosofi pencampuran kedua budaya ini,” kata Dewi. [MIL]

You might also like this

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit