Interview TV lainnya Lihat Disini
Saya memulai Cutteristic sebagai hobi untuk mengisi waktu luang ketika pulang kantor di tahun 2011. Sekitar 20 karya pertama saya berikan sebagai kado untuk keluarga, teman dan kolega dimana secara perlahan dari mereka mulai memesan untuk kerabat yang lain. Tidak ada dalam rencana saya untuk berhenti dari pekerjaan saya saat itu sebagai Digital Marketing Manager & Creative di @SunprideID. Tidak ada yang salah dengan pekerjaan saya saat itu, lingkungan kerja, gaji, jenjang karir, semuanya mendukung untuk perkembangan karir saya waktu itu.

Tapi akhirnya di 2014, saya membuat sebuah keputusan penting, saya mau fokus di Cutteristic dan menjadi Seniman Kertas full time. Meskipun saat itu saya tau bahwa income dari Cutteristic belum bisa dibandingkan dengan gaji rutin yang saya terima dari kantor. Apa yang membuat saya akhirnya berani untuk meninggalkan dunia karir profesional? Karena saya percaya, ada lebih banyak hal yang harus saya kerjakan di Cutteristic untuk mengembangkan kesenian paper cutting di Indonesia.

Oleh sebab itulah saya mengajarkan keterampilan ini melalui workshop, membagikan free pattern, membuat video tutorial Youtube, menjual bahan dan alat yang selama ini dianggap sulit didapat padahal sangat sederhana. Tujuannya cuma 1, supaya semakin banyak lagi teman-teman saya di Indonesia di berbagai kota yang berkarya di paper cutting, supaya teman-teman tahu dan sadar bahwa untuk membuat sebuah karya yang bernilai tinggi, tidak dibutuhkan bahan dan alat yang mahal. Cukup melalui kertas dan cutter sederhana, dengan sentuhan kreativitas dan ketekunan, 2 bahan sederhana itu dapat berubah menjadi karya bernilai tinggi.

Jadi dimana perbedaan hobi dan passion disini? Ada beberapa faktor yang membedakan, disini saya menitikberatkan pada 1 hal, yaitu tanggung jawab. Ketika mengerjakan hobi, itu untuk kesenangan pribadi, mengisi waktu luang, sesuka-suka kita, orang lain ga suka ga masalah, yang penting kita suka. Passion bicara tentang tanggung jawab, baik kepada diri sendiri maupun ke orang lain, bagaimana dampak dari hal yang kita kerjakan dapat memberikan pengaruh/inspirasi kepada lingkungan sekitar, ke masyarakat, bukan hanya untuk kesenangan sendiri, tapi juga orang lain.

Semoga cerita saya dapat menginspirasi teman-teman yang sekarang sedang menggeluti hobi tertentu. Hobi jika dikerjakan dengan serius, sampai menjadi passion, pasti akan besar dampaknya. Dan bekerja karena passion, rasanya seperti tidak bekerja, karena kita mengerjakan apa yang kita sukai, bonusnya? Apresiasi dari masyarakat yang nilainya lebih tinggi daripada nominal uang.

Share cerita kamu dan hobimu yah 🙂

You might also like this

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit