Cutteristic adalah seni memotong kertas menggunakan cutter, yang mengaplikasikan motif-motif kuno tradisional Indonesia yang selama ini kita temukan di kain, untuk diolah ke medium baru, yaitu paper cutting.

Parang Rusak Barong

Motif diambil dari: Kain panjang untuk raja

Asal daerah: Keraton Yogyakarta, DIY Yogyakarta

Waktu pembuatan kain: Awal abad 16

Peruntukan: Pemimpin, untuk kebijaksanaan, kekuasaan, kekuatan, dan pengendalian diri

 

Parang rusak barong, diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma ketika bertapa di sepanjang jajaran pegunungan pesisir selatan Pulau Jawa yang tampak seperti pereng (tebing) berbaris, tempat itu dinamai ‘Parang’. Di salah satu tempat tersebut ada bagian yang rusak, sehingga diberi nama ‘Parang Rusak’. Kata ‘Barong’ berarti sesuatu yang besar sebagai roh pelindung dan lambang kebaikan. Motif parang rusak barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Raja ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta sehingga harus selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri. Kata ‘parang’ juga berarti senjata, melambangkan kekuatan dan kekuasaan sehingga motif ini disakralkan hanya boleh dikenakan oleh raja.

You might also like this

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit