Paper cutting motif tradisional Indonesia dengan tingkat kerumitan tinggi, dipotong dengan cutter di kertas, dijahit dengan benang emas

Cutteristic - Batik Kawung Emas Papercut and Sew 6

 

Motif batik kawung ini diambil dari arca Ganesha (Dewa Pengetahuan, Kecerdasan, Pelindung Seni),  peninggalan Kerajaan Singasari/Singhasari/Singosari (1239M/1161 Saka) asal Candhi Jago Malang, di Boro, Blitar, Jawa Timur.

 

Motif kawung memiliki arti filosofis: 4 arah angin atau sumber tenaga yang mengelilingi yang berporos pada pusat kekuatan,   yaitu : timur (matahari terbit: sumber kehidupan), utara (gunung: tempat tinggal para dewa), barat (matahari terbenam)  selatan (Zenith: puncak kejayaan). Pusatnya adalah raja yang dikelilingi oleh rakyat. Rakyat yang mengabdi pada raja dan raja yang kuat dan gagah perkasa juga senantiasa melindungi dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya untuk mencapai kemakmuran bersama.

This batik motif is called ‘kawung’ taken from Ganesha statue (God of Knowledge, Intelligence, Art Guardian) from Singasari/Singhasari/Singosari Dynasty (1239 AD/1161 Saka) in Candi Jago Malang, Boro, Blitar city, East Java.

 

Kawung has philosophical meaning: 4 directions or source of energy that surround a core/center energy which are: East (sunrise: source of life), North (mountain: the dwelling of the gods), West (sunset), South (Zenith: peak of success). The center is a king who is surrounded by his people who serve him. King of strong and mighty also protect and set his people welfare as priority.

You might also like this

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit