Paper cutting motif tradisional Indonesia dengan tingkat kerumitan tinggi, dipotong dengan cutter di kertas

56 x 56 cm frame size (price list)

Motif diambil dari: Kain panjang

Asal daerah: Pekalongan, Jawa Tengah

Waktu pembuatan kain: Tahun 1940-an

Peruntukan: Pasangan suami istri, untuk keharmonisan keluarga yang utuh

 

Batik Hokokai

Batik Jawa Hokokai adalah batik yang diproduksi orangTionghoa dengan pola dan warna yang dipengaruhi budaya Jepang dengan latar pola batik keraton. Batik ini mulai berkembang pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, diciptakan para pengusaha Tionghoa dengan tujuan menyesuaikan diri dengan pemerintahan Jepang. Nama Jawa Hokokai diambil dari nama organiosasi yang membantu kegiatan Jepang menciptakan kemakmuran di Asia yang dalam berbagai kegiatan bekerjasama dengan orang Jawa. Salah satu kegiatan pemerintah penjajahan Jepang adalah memesan batik kepada pengusaha batik Pekalongan dan menghadiahkannya kepada orang-orang Indonesia yang banyak berjasa pada Jepang.

 

Ragam hias yang biasanya ada pada batik Jawa Hokokai adalah bunga sakura, krisant, dahlia dan anggrek dalam bentuk buketan atau lung-lungan dan ditambah ragam hias kupu-kupu, selain itu ada pula ragam hias burung merak yang memiliki arti keindahan dan keagungan atau burung bangau sebagai lambang panjang umur dan kemakmuran. Batik Jawa Hokokai dibuat dalam bentuk batik pagi-sore sebagai akibat kelangkaan bahan batik pada Perang Dunia II dan sampai sekarang terus bertahan dalam bentuk itu.

 

Simbolisasi Burung Bangau

Burung Bangau, sangat terkenal di Jepang. Dalam bahasa Jepang burung bangau disebut sebagai “tsuru”. Ada juga yang menyebutnya sebagai “Tanchou”. Tan yang berarti merah sedangkan chou artinya paruh, puncak, sehingga burung ini dinamakan tanchou (red Crest). (he 鹤) Melambangkan panjang umur, kebijaksanaan, digambarkan dengan sepasang bangau terbang kelangit atas (tien-he 天鹤).

 

Legenda menyebutkan ada 4 warna bangau: hitam, kuning, putih, dan biru. Hitam merupakan bangau tertua. Ketika bangau mencapai usia 600 tahun, ia hanya minum saja dan tidak lagi makan. Bangau dianggap juga sebagai pesuruh Yang Maha Kuasa, dewa panjang umur dan ratu langit. Kadang ketika pemakaman diatas peti mati tergambar bangau terbang; seperti juga rusa, melambangkan hewan tunggangan jiwa untuk berangkat ke langit barat bagi hidup abadi. Gambar bangau putih dipakai pada jubah pejabat Tiongkok dulu tingkatan ke-3.

 

Bunga chrysanthemum (Mandarin: ju 菊) adalah bunga musim panas, lambang panjang umur dan kegembiraan.

 

 

Dalam cerita dongeng, burung bangau dikenal sebagai dewi bangau yang dapat menolong manusia dari kesusahan. Melipat origami sangat terkenal di Jepang, yang digunakan sebagai ucapan selamat dan permohonan kebaikan dalam acara perayaan. Sering ditemukan dalam acara pernikahan. Origami burung bangau telah dilipat sejak 300 tahun yang lalu. Dipercayakan bahwa si pelipat akan dihargai permohonannya, sering juga 1000 ekor burung bangau ini diikat menjadi satu dan digantungkan pada wihara atau kuil, untuk permohonan mengurangi penderitaan juga kesedihan akibat penyakit.

 

Arti burung bangau

dari berbagai sumber

  1. Kesuburan dan kehamilan
  2. Panjang umur, pembawa hidup, kesehatan
  3. Kehormatan, kesabaran
  4. Kebijaksanaan, kemuliaan
  5. Ketetapan hati, kekuatan
  6. Perdamaian, keharmonisan
  7. Kebahagiaan dalam pernikahan
  8. Keberuntungan, kemakmuran dalam karir dan usaha
  9. Pembawa pesan dari yang maha kuasa
  10. Cinta dan kesetiaan dalam pernikahan
  11. Kedudukan sebagai orang tua

You might also like this

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit